4 Modal Bisnis versi Buku 101 Young CEO

Please Share
Share on Facebook0Share on LinkedIn11Share on Google+0Tweet about this on TwitterDigg thisEmail this to someone

Dua pertanyaan yang sering diajukan oleh orang – orang yang baru memulai sebuah usaha, dagang, atau bisnis. Dua pertanyaan itu adalah bagaimana menemukan ide untuk berwirausaha dan bagaimana cara mendapatkan modal untuk berwirausaha tersebut ?.

4 Modal Bisnis 101 Young CEO

4 Modal Bisnis 101 Young CEO

Terkadang modal sering menjadi kambing hitam untuk memulai sebuah usaha, banyak yang mengeluh tidak memiliki modal untuk memulai usaha / bisnis. Apakah pembaca juga merasakan hal yang sama ?.

Modal tak selamanya tentang uang, masih ada 3 modal lagi yang harus dipenuhi sebelum berbicara tentang modal uang, 3 modal tersebut adalah modal karakter, modal ilmu, dan modal sosial. Setelah modal sosial, barulah terdapat modal finansial (uang). 4 Modal ini saya dapatkan dari membaca buku bisnis 101 Young CEO pada BAB III.

Apakah Anda sudah membaca buku ini?. Jika belum, perlu untuk membaca artikel ini, siapa tahu Anda tertarik dengan bukunya.

4 modal yang dibicarakan dalam buku ini, diantaranya :

Modal karakter. Apakah kita punya sifat dan kebiasaan para entrepreneur sukses ?

Modal ilmu. Apakah kita tahu cara memulai dan menjalankan bisnis dengan benar ?

Modal sosial. Berapa banyak yang mengenal kita? Siapa yang akan mendukung bisnis kita?

Modal finansial. Dari mana kita bisa mendapatkan modal uang?.

Modal Karakter

Modal Karakter

Modal Karakter

Banyak yang ingin menjadi seorang pengusaha atau entrepreneur yang sukses, banyak pula yang ingin mendapatkan uang tanpa ada kerja. Namun, mereka tidak ingin mendapati kegagalan, apakah mereka bisa untuk menggapai kesuksesan ?.

Jawabnya tidak, kenapa?. Kesuksesan akan berdekatan dengan kegagalan, setiap orang memiliki jatah kegagalannya masing – masing. Berani mengambil resiko dan tidak patah semangat dengan kegagalan adalah salah satu modal karakter yang harus dipenuhi. Apa karakter – karakter lainnya yang harus dimiliki untuk menjadi entrepreneur sejati?.

#1 Passion

Tak asing lagi di telinga kita dengan kata yansg satu ini, passion. Hampir setiap buku tentang bisnis dan website tentang bisnis membagikan suatu hal yang berhubungan dengan passion. Apakah artinya passion tersebut bagi sebuah bisnis dan diri Anda ?.

Rene Suhardono, penulis buku Your Job Is Not Your Career, mengatakan “Passion is what you enjoy the most. Something motivates you to get up in the morning”.

Dengan passion kita akan memiliki semangat yang terus menggelora, walau kegagalan terjadi, semangat untuk memulai kembali akan mudah untuk didapatkan.

Mengapa kita harus memiliki passion ?. Dunia bisnis adalah dunia yang penuh resiko, beragam jenis lembah dan jurang akan kita lalui dalam jangka waktu yang panjang. Disaat perjalanan tersebutlah passion berperan penting, passion akan senantiasa membangkitkan semangat kita, terus mendorong untuk menggapai goal yang telah ditetapkan, dan menuju kesuksesan.

Contoh :
Jika kamu adalah seseorang yang memiliki passion di bidang adventure, kenapa tidak kamu jadikan saja passion adventure tersebut sebagai bisnis?.

#2 Pemimpi

Negeri 5 Menara dan Sang Pemimpi telah membuktikannya, pemimpilah yang berhak mencapai kesuksesan. Think big !.

Ketika passion telah ditemukan, karakter sebagai seorang pemimpi dan berpikiran besar harus Anda miliki. Memiliki goal, gambaran, serta impian masa depan yang jelas terhadap bisnis adalah hal mutlak. Jika tak ada mimpi, motivasi untuk bertindak juga tidak akan datang. Hal ini mengakibatkan kita akan berjalan di tempat.

Beginilah kriteria – kriteria mimpi yang akan membuat kita terus semangat.

  • Membuat kita merasa seperti mengembang misi besar dalam hidup.
  • Dirumuskan dalam pernyataan dan target yang spesifik. Pernyataan “memiliki bisnis sendiri” itu tidak jelas. Lebih baik dituliskan “memiliki sebuah warung makan unik yang berada di samping kampus dengan omzet satu juta rupiah per harinya”.

Mimpi yang kita impikan tersebut haruslah berdasarkan metode SMART (specific, measurable, achievable, result oriented, time frame.

Specific, mimpi harus spesifik.
Measurable, mimpi harus terukur.
Achievable, mimpi harus realistis atau dapat dicapai.
Result Oriented, mimpi harus berorientasi pada hasil dengan proses yang halal.
Time frame, mimpi harus memiliki jangka waktu.

  • Memiliki gambaran visual dan momen kemenangan tertentu. Untuk kalimat impian di atas, gambaran visualnya adalah kita berfoto di depan warung makan kita sambil tersenyum puas, saat semua kursi penuh dan karyawan sibuk melayani mereka.

#3 Ulet dan Konsisten

Tanpa keuletan dan konsisten, kesuksesan akan jauh dari diri kita. Semua wirausahawan yang pernah saya ketahui yang sukses pada saat ini, mereka adalah orang – orang yang pernah gagal, namun, mereka tidak menyerah.

Keuletan untuk mengejar kesuksesan dan konsisten membangun bisnis merupakan hal yang mereka lakukan untuk membangun bisnis dan meraih kesuksesan.

Keuletan dan konsistensi tersebut kita tunjukkan dalam bentuk action, seperti mengupayakan produk terbaik, menarik, dan berguna bagi orang lain.

#4 Menunda Kenikmatan

Saya teringat ketika baru memulai sebuah dagang kecil – kecilan ketika SMP. Bermulai dari iseng – iseng jualan stiker, kemudian berkembang ke skin laptop, dan alhamdulillah hasilnya memuaskan. Namun, karena tak memiliki manajemen keuangan yang tepat, akhirnya untung habis hanya untuk berbelanja makanan. Hasilnya, bisnis skin laptop tersebut tak lanjut karena kehabisan modal.

Perisitiwa di atas bukan merupakan satu contoh yang baik, karena, sebagai seorang calon pebisnis sukses, kita harus berkorban untuk bisnis yang kita lakukan. Menunda segala kenikmatan atau untung yang datang, manajemenlah kenikmatan atau keuntungan yang Anda dapatkan sebagai cadangan kas bisnis atau modal finansial untuk kedepannya.

#5 Berani Mengambil Resiko

Tidak ada bisnis yang tanpa resiko, jika kita ingin menjadi seorang entrepreneur keputusan untuk berani mengambil resiko adalah satu – satunya keputusan yang harus diambil.

Jika sudah duluan takut pada resiko, janganlan berharap untuk menjadi seorang pengusaha. Apa yang dilakukan pasti memiliki resiko, jadi, untuk apa takut ?.

Hadang dan temukan strategi terbaik untuk meminimalisir resiko tersebut.

#6 Sigap dalam Mengambil Keputusan

Entrepreneur adalah seseorang yang harus memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi. Mengambil keputusan yang ada dengan cepat berpikir dan bertindak.

Jika kita lambar mengambil keputusan, bisa – bisa disambar orang duluan. Intuisi (keyakinan atau kepercayaan diri) yang kuat terhadap keputusan, adalah karakter yang harus ditanamkan dalam jiwa entrepreneur.

#7 Peka terhadap Orang Lain

Karakter peka terhadap orang lain bisa menjadi sesuatu yang amat berharga bagi diri Anda. Dengan peka dan merasakan apa yang orang lain rasakan, kita bisa menemukan ide bisnis yang luar biasa.

Temukan masalah dari orang lain dan ciptakan solusinya adalah cara sederhana untuk menemukan peluang bisnis baru.

#8 Mampu Menjual

Dasar untuk menjadi seorang entrepreneur adalah mampu menjual. Apapun dalam bisnis kita harus pandai menjual, seperti mempresentasikan ide pada investor untuk mendapatkan modal juga dikatakan menjual.

Paham dengan bisnis yang Anda geluti adalah jalan agar kita mampu untuk menjual. Paham dengan visi, misi, program, dan goal dari bisnis adalah hal – hal yang kita jual baik itu pada investor ataupun calon partner.

Jika tidak mengerti bisnis apa yang digeluti, apa yang hendak Anda jual?.

#9 Mampu Memperluas Zona Nyaman

Berada di zona nyaman secara terus – menerus akan membuat kita tidak akan berpikir untuk maju. Sebagai seorang entrepreneur, keluar dari zona nyaman adalah pilihannya.

Jika merasa puas dengan kenyamanan pada saat ini, berarti Anda telah menetapkan untuk sukses hanya sampai disitu.

Berani untuk melakukan hal yang luar biasa dan impossible menandakan Anda adalah orang – orang yang siap untuk mendapatkan kesuksesan lebih baik.

Memulai dunia baru dengan tekanan yang lebih berat akan mengajarkan kita untuk hidup lebih mandiri dan berjiwa kepemimpinan.

Modal Ilmu

Modal ilmu merupakan modal yang akan memengaruhi pola pikir kita dalam memanajemen, mengambil keputusan, dan menjalankan bisnis. Semakin banyak ilmu maka bisnis juga akan semakin berkembang dengan lebih cepat.

Banyak belajar dan bereksperimen adalah jalan untuk menemukan ilmu – ilmu bisnis. Ilmu apa saja yang harus dimiliki dan dimana bisa mempelajari ilmu bisnis ?. Berikut ulasannya.

#1 Ilmu Membuat Perencaan Bisnis

Sebelum melakukan diving di laut, tentu alat – alat, seperti tabung oksigen, baju, dan kacamata harus disiapkan. Begitu pula dalam dunia bisnis, perencanaan dan perlengkapannya harus kita penuhi terlebih dahulu.

Cara terbaik untuk merancang perencanaan bisnis adalah dengan membuat business model canvas. Business model canvas tersebut terdiri dari :

  • Market segmentation: segmentasi pasar yang hendak dibidik. Buatlah perencanaan siapa saya yang akan membeli produk bisnismu atau siapa yang akan kamu layani.
  • Value proposition: buatlah deskripsi yang jelas dan padat tentang produk bisnismu. Jelaskan keunggulannya dan mengapa mereka harus memilih produk Anda dibandingkan produk yang lain?. Sampaikan pula tagline bisnis Anda.
  • Channels: jelaskan tentang bagaimana bisnismu bisa dikenal oleh target pasar Anda. Channel juga berarti media pemasaran bisnis Anda dan bagaimana produk tersebut bisa menjangkau target pasar.
  • Revenue stream: rencanakan bagaimana bisnismu bisa mendapatkan penghasilan. Tentukan pula cara konsumen untuk membayar produk yang mereka dapatkan.
  • Key resources: menggambarkan apa saja yang dibutuhkan untuk menjalankan business model canvas yang telah dirancang.
  • Key Activites: memberikan gambaran bagaimana suatu perusahaan agar business model canvasnya dapat bekerja.
  • Key partners: rencanakan dengan siapa bisnismu akan bekerja sama dengan pihak ketiga guna memaksimalkan produk atau pelayanan.
  • Cost structure: perencanaan anggaran yang diperlukan oleh bisnismu.

#2 Ilmu Spesifik tentang Bidang Bisnis

Pemahaman yang mendalam perihal seluk beluk bisnis Anda adalah ilmu yang harus dimiliki. Walaupun kita bisa  menggunakan tenaga ahli untuk membuat produk, ilmu tentang pembuatan produk bisnis yang digeluti juga harus dimiliki.

Jika Anda belum mengetahui cara memproduksi dan perihal tentang produk bisnis, namun, telah mendapatkan tenaga ahli, tak ada salahnya Anda belajar kepada tenaga ahli tersebut mengenai seluk beluk produk bisnis yang Anda geluti.

Jika belum memiliki tenaga ahli Anda bisa belajar banyak melalui blog dan YouTube.

  • Bagaimana proses produksi atau penciptaan layanannya?
  • Seperti apa teknologi atau mesin yang digunakan?
  • Bagaimana rangkaian proses dari hulu ke hilirnya?
  • Siapa yang biasanya menggunakan produk/layanan ini?
  • Mengapa mereka menggunakan produk/layanan ini?
  • Apa saja yang biasanya ditanyakan oleh pelanggan?
  • Kapan waktu yang tepat untuk memasarkan produk tersebut?
  • Apa saja tingkatan kualitas dari bahan baku produk?
  • Seperti apa desain produk yang disukai konsumen?

#3 Ilmu Finansial

Bisnis sebagian besar akan berhubungan dengan uang. Hal ini menuntut kita untuk memiliki kemampuan memanajemen atau mengelola uang tersebut dengan baik. Jika salah pengelolaan, bisnis yang dibangun bisa hancur atau gagal. Apa saja yang harus kita perhatikan dalam ilmu finansial ?.

  • Catatlah setiap transaksi dan pengeluaran dan bukukan catatan tersebut.
  • Pisahkan keuangan pribadi/keluarga dengan keuangan bisnis kita.
  • Pahamilah cara pembacaan laporan keungan dan fungsi – fungsinya. Misalnya, laporan rugi – laba, laporan arus kas/cashflow, dan laporan perubahn ekuiditas. Banyak hal yang dapat kita pelajari jika mengetahui cara pembacaan laporan keuangan, misalnya mengetahui berapa utang, performa bisnis, prospek bisnis, dan arus kas.
  • Pahamilah tentang arus kas bisnis/cashflow.

Pengelolaan uang dalam bisnis sangat penting, karena, jika kita ingin berhubungan dengan investor atau bank, mereka akan menilai bisnis yang kita jalankan dari keuangan yang terjadi pada bisnis kita.

Apabila pengelolaannya baik, bank atau investor bisa memercayai bisnis Anda sebagai investasi mereka.

Salah satu cara agar pengelolaan keuangan bisa berjalan lebih baik adalah dengan meminta bantuan mahasiswa yang kuliah akutansi untuk pembuatan laporan keuangan.

#4 Ilmu Public Relationship

Media – media yang sangat banyak pada saat ini sangat menguntungkan, baik media cetak maupun media elektronik. Dengan media – media tersebut kita juga bisa mendapatkan promosi gratis. Bagaimana caranya ?. Miliki dan praktekkanlah ilmu public relationship.

Dengan public relationship, bisnis kita bisa mendapatkan promosi lebih luas dan brand akan lebih cepat untuk terkenal, karena, bisnis yang kita bangun akan dimuat di media.

Modal Sosial

Modal Sosial Bisnis 101 Young CEO

Modal Sosial Bisnis 101 Young CEO

Modal ini adalah modal yang akan memudahkan perjalanan Anda dalam membangun bisnis. Nama lain dari modal sosial adalah modal network, semakin banya network/jaringan yang kita bangun, semakin banyak pula orang yang mengenal kita, dan semakin banyak pula bisnis kita dikenal oleh orang.

Apa saja keuntungan yang bisa kita dapatkan jika kita memiliki relasi bisnis/network yang luas?. Berikut poin – poinnya :

  • Mendapatkan co-founder atau partner bisnis.
  • Mendapatkan mentor.
  • Mendapatkan investor.
  • Mendapatkan rekan bisnis.
  • Mengenal wartawan.
  • Mendapatkan pembeli atau pengguna produk/layanan bisnis kita.

Beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk membangun network bisnis lebih luas, diantaranya :

#1 Mengikuti Komunitas – Komunitas Bisnis

Namanya komunitas tentu akan terjalin komunikasi dan silaturrahmi. Bila terjadi silaturrahmi tentu kita akan semakin banyak mengenal dan dikenal oleh orang.

Tak menutup kemungkinan pula, dari komunitas – komunitas bisnislah kita akan menemukan mentor, investor, rekan bisnis, dan bisa saja jodoh Anda berada di komunitas tersebut.

#2 Bekerja dengan Orang Lain

Jangan merasa gengsi dulu jika Anda bekerja dengan orang lain. Banyak hal yang dapat kita peroleh dengan bekerja dengan orang lain, misalnya ilmu, pengalaman, dan rekan. Cara terbaik agar bekerja dengan orang lain lebih menyenangkan adalah dengan mencari pekerjaan yang sesuai dengan passion Anda.

#3 Mengikuti Lomba – Lomba

Hal terbaik yang dapat kita peroleh dengan mengikuti lomba – lomba adalah exposure media. Topik kewirausahaan yang diikuti oleh para pemuda sangat menarik untuk pembaca dan sangat dibutuhkan untuk media.

Walau pada lomba tersebut ada saingan, membangun relasi bisnis dalam lomba tersebut sangat besar peluangnya. Misalnya, mengenal partner bisnis dan mengenal para juri yang merupakan pebisnis senior yang dapat kita jadikan sebagai seorang mentor bahkan seorang investor.

#4 Media Sosial

Aktif di media sosial tak menutup kemungkinan untuk membangun network yang lebih luas. Hampir setiap orang di Indonesia yang memiliki keterjangkauan internet, mereka akan memiliki minimal satu media sosial.

Media sosial yang tepat untuk Anda jadikan sebagai media pembangun jaringan adalah LinkedIn. Karena, media sosial ini memang dikhususkan untuk membangun jaringan bisnis. Anda hanya perlu mengisi data – data dengan benar dan profesional, lalu, mulai mengunjungi profil – profil para pebisnis lain, seiring hal tersebut mereka akan mengenal Anda walau sedikit saja.

Media sosial lain yang dapat Anda jadikan sebagai pembangun jaringan adalah twitter. Anda dapat memulai dengan mengikuti mereka, lalu, menyapa mereka.

#5 Mengikuti Seminar

Ini adalah kesempatan besar untuk membangun network bisnis Anda. Ketika ada sebuah seminar, ikutilah seminar tersebut. Lalu, kenali peserta yang lain dan kenali pula para pembicaranya. Perkenalan dengan sesama peserta dan pembicara akan membuka potensi bisnis Anda lebih dikenal dan bisa sewaktu – sewaktu membantu bisnis Anda.

Hal yang harus Anda lakukan ketika mengikuti perkumpulan dengan pebisnis lain adalah membawa kartu nama, lalu, membagikannya.

Modal Finansial

Modal keempat yang harus kita miliki adalah modal finansial. Terkadang modal finansial merupakan alasan utama orang – orang untuk tidak memulai suatu usaha.

Apakah ada bisnis yang tanpa modal?. Jika tanpa modal sama sekali tentu tidak ada, jika dengan modal yang sangat minim tentu saja BISA. Misalnya, dengan uang 3000/jam Anda sudah bisa memulai sebuah bisnis berbasis internet.

Jika Anda tidak memiliki modal sama sekali, modal sosiallah yang sangat berperan untuk Anda. Dengan modal sosial Anda bisa menemukan relasi bisnis yang bersedia menyetok barang pada Anda, atau investor untuk modal bisnis Anda.

Apa saja tindakan – tindakan yang dapat dilakukan untuk mendapatkan modal ?.
Nantikan pembahasan mengenai modal finansial lebih lengkap, pada situs ini. Tetap ikuti blog ini dan nantikan pembahasan spektakuler mengenai modal finansial.

Demikian saja pembahasan mengenai 4 modal dalam bisnis. Terima kasih kepada 101 Young CEO. Semoga bermanfaat.

Jangan katakan lagi tidak bisa membuka sebuah bisnis karena tidak ada modal. Mulai saat ini penuhilah ketiga modal sebelum modal finansial.

Baca Juga Ini

Please Share
Share on Facebook0Share on LinkedIn11Share on Google+0Tweet about this on TwitterDigg thisEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published.

16 − three =